AKU

Wednesday

Di sebuah desa kecil dalam sebuah kota yang sejuk nan dingin seorang anak laki-laki dilahirkan. ia bernama AKU, aku di besarkan oleh kedua orang tua yang sangat menyayangiku dengan perannya masing-masing. ibu ialah yang selalu membangunkan aku di waktu subuh, menyuruh mandi, menyiapkan sarapan hingga mengantar sekolah, bahkan saat pulang sekolahpun ia selalu menungguku dan mengingatkan aku untuk melepas seragam sekolah, makan dan sholat, ialah ibuku, dan aku sayang padanya. sedang ayah adalah seorang pekerja keras, ia senantiasa bersemangat bekerja demi untuk dapat menyekolahkan aku dan menghidupi keluarga walau dengan pekerjaan yang berat nan kasar. pagi-pagi ayah sudah bekerja, siang dan sore ia tak lelah tuk bekerja, dan pulang bekerja ayah tak lelah mengajariku ngaji, huruf hijaiyah dan ilmu laniya, aku masih ingat itu.

Hari demi hari berlalu, tahun-tahun pun mulai berganti, Aku pun berajak remaja. banyak hal yang mulai ingin ku mengerti, peraturan dan nasehat ibu pun mulai aku berani meninggalkanya. Iya karena teman, lebih tepatnya demi teman, karena aku merasa teman adalah seorang yang bisa mengisi hari-hariku, berjalan dan melangkah ku bisa bersamanya. akan tetapi aku juga memahami melanggarku juga salah. di satu sisi aku merasa salah mulai berani meninggalkan nasehat-nasehat ibu tapi di sisi lain aku merasa temanku juga benar dan perlu di bela (kala itu). 

Aku pun terus tumbuh dan berkembang, hari-hari kian panjang ku jalani tak seperti saat duduk di sekolah dasar dulu, aku yang hanya senang di rumah saja, kini mulai merasakan indahnya dunia luar yang penuh tantangan, tentunya karena sekolahanku yang tak lagi dekat dengan rumah yang membuatku terbiasa keluar dan melihat dunia yang lebih jauh. bermain dan bergaul dengan banyak teman seperti anak remaja pada umumnya, dengan sesekali tidak menuruti nasehat orang itu. iya karena teman, teman yang agak menyimpang..... yang juga mengenalkanku akan nikmatnya rokok dan indahnya melihat bintang di malam hari dengan suara gitar yang mengiringi. 2003-2006 itu tahun aku menjalaninya, tahun itu pula mulai aku melihat cantiknya seorang wanita. Belajar dan memikat hati seorang wanita, bukan lebih tepatnya menemani teman-temanku memikat wanita.

Satu titik masa yang akan merubah duniaku, mungkin saja ada satu titik tolak yang akan terjadi di tahun-tahun berukutnya. seperti apakah...??? 

tunggu kelanjutanya (bersambung)

-Salah satu Galeriku-
Foto diambil pada tahun 2005

0 comments:

Post a Comment